Jumat, 19 Februari 2016

Cucok Rumpi's


Disini saya akan menceritakan tentang awal mula persahabatan yang terjalin saat masa kuliah. Pertama-tama sebelum saya cerita tentang kuliah, tentunya kalian memilki tujuan akan kuliah dimana saat ini. Kuliah di Universitas Negeri pasti akan selalu menjadi dambaan para siswa atau siswi kelas tiga semester akhir ini. Oleh sebab itu, kalian akan belajar mati-matian agar bisa kuliah ditempat yang diinginkan, yaa seperti mengikuti Bimbingan belajar (Bimbel) atau mengikuti Try Out (TO)  yang diadakan oleh Universitas-Universitas favorite anda.

Sebenarnya hal itu takan berpengaruh beasar pada diri anda karena menurut saya itu hanya ada factor keberuntungan dalam diri anda jika anda masuk ke Universitas yang anda dambakan. Karena cara-cara tersebut tidaklah benar, bukan berarti saya melarang anda untuk mengikuti Bimbel atau TO dan sejenisnya tapi yang menurut saya benar adalah cukup anda memilki niat, tekad dan berkeyakinan dari awal bahwa anda mampu. Pasti anda bisa menggapainya, walapun sulit diawal yaa tentu akan selalu ada jalan untuk anda.

Jika anda mengalami kegagalan setelah berusaha untuk menggapai impianmu untuk masuk Universitas Negeri yang didambakan tersebut, maka tersenyumlah dan berusaha untuk kembali melanjutkannya dengan yang sudah ada didepan mata. Karena semua itu bukanlah akhir dari segala-galanya didunia ini. Tapi jangan asal memilih walau sudah ada pilihan didepan mata, anda harus memilah dan memilih untuk pilihan anda dan ingat ini bukan akhir segala-galanya. Tengoklah dibelakang anda atau disekitar anda, tentu akan selalu ada orang yang dibelakangmu, yaitu orngtuamu dan keluarga terdekatmu untuk mendukungmu.

Universitas Negeri ataupun Universitas Swasta takan ada perbedaan karena keduanya sama-sama berperan dalam dunia pendidikan. Ayo kawan, jangan bersedih untuk melanjutkan kuliahmu, dan mimpi besarmu. Walaupun di Universitas Swasta sekalipun! Anda akan selalu bersinar dan dicari layanknya berlian didasar tanah sekalipun, terus memilki niat, tekad dan berkeyakinan untuk menggapai cita-citamu, maka akan selalu ada jalan. Awal mulanya, tidak masuk Universitas Negeri memang membuat down didalam jiwa kalian, ini hanya pada awalnya tapi kita bisa ambil hal-hal positif dari kejadian tersebut.

Saya sekarang kuliah di Akademi Ikatan Kementrian RI di Ibu Kota Jakarta, tepatnya Jakarta Selatan. Ya, tak terpikir sedikitpun saya untuk kuliah di Akademi, tapi saya mengambil hal positfnya saja, seperti prodi saya adalah satu-satunya yang bergerak dibidang ekspor dan impor di Indonesia, tidak ada prodi yang sama dengan prodi saya. Ini bisa menjadi salah satu hal positif yang bisa diambil dan menjadikan kejadian ini sebagai kebanggan untuk saya sendiri. Saya tidak akan terlalu banyak menceritakan tentang bagaimana dapat kuliah ditempat saya atau hal-hal yang berkaitan dengan perkuliahan tersebut, karena kalian pasti akan lebih pintar untuk mencari tahu tentang hal-hal seperti itu.

Saya akan menceritakan tentang awal mula persahabatan saya yang terjalin saat berada ditempat ini. Kami memilki latar belakang yang berbeda tapi kami sangat bahagia dengan perbedaan kami, terkadang diantara kami berpikir menyesal kuliah disini, namun lambat laun kata penyesalan itupun sirna berubah menjadi kata kebanggaan bisa kuliah disini dan bertemu bersahabat dengan kalian. Tiga tahun adalah waktu yang sangat lama tetapi disaat kita termenung bersama-sama tiga tahun bukanlah waktu yang lama melaikan waktu yang sangat singkat. Disaat kita telah menyadarinya, waktu dengan begitu cepatnya berlalu, dan kita lupa untuk menyadari bahwa setiap pertemuan pasti akan ada perpisahaan. Maka untuk kalian para sahabatku, kalian akan selalu terngiang dalam pikiranku. Kalian adalah Cucok Rumpiku, yang menjadi kebanggan dalam hidupku! Dan inilah beberapa rangkaian kata yang ada dibenaku dan menjadi pertanyaanku :


Cucok Rumpi’s




Apa yang kalian pikirkan tentang dua kata tersebut? Cucok dan Rumpi

Bingungkan ?!!!

Akupun seperti itu, bingung walapun hanya mendiskripsikan dua kata tersebut

Tak pernah terbayangkan sebelumnya aku bisa berteman, bersahabat layaknya saudara kandung seperti kalian

Kalian memilki sifat, sikap, dan gaya kalian yang berbeda bisa dibilang saling melengkapi satu sama lain

Mungkin karena kita berbeda asal atau berbeda umur? Tapi bagiku itu semua salah, karena asal ataupun umur bukanlah halangan dan dasar yang membuat kita bisa seperti ini



Entah mengapa kita bisa seakrab ini

Jika dipikir lebih mendalam hal itu takan mungkin terjawab oleh diri kalian masing-masing dan kalianpun akan bertanya kembali “Kenapa ya kita bisa seperti ini? Alasannya apa???”

Jawabannya adalah bingung, bingung untuk mengjawab dan bagaimana melontarkan kata-katanya

Tapi menurutku hanya ada satu kaliamt untuk jawabannya, yaitu kalian nyaman satu sama lain, berani gila bersama, tak malu untuk menangis dihadapan kalian, saling dan menerima saran serta kritik yang dilontarkan untuk kalian (berani mengakui kesalahan kalian)



Rasanya kata-kata yang akan terucap takan cukup untuk menggambarkan betapa bahagianya aku bisa memiliki sahabat seperti kalian. Kata perpisahaan bukanlah kata yang ingin aku ucapkan namun Terima Kasih Cucok Rumpiku, kalian telah mengukir sejarah dalam hidupku. Tetap selalu berpegangan tangan satu sama lain dan jalan beriringan sampai waktu kelulusan telah tiba dan setelah itu teruslah memberi kabar walapun kita sudah dipisahkan oleh jauhnya jarak.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar