Disini
saya akan menceritakan tentang awal mula persahabatan yang terjalin saat masa
kuliah. Pertama-tama sebelum saya cerita tentang kuliah, tentunya kalian
memilki tujuan akan kuliah dimana saat ini. Kuliah di Universitas Negeri pasti
akan selalu menjadi dambaan para siswa atau siswi kelas tiga semester akhir ini.
Oleh sebab itu, kalian akan belajar mati-matian agar bisa kuliah ditempat yang
diinginkan, yaa seperti mengikuti Bimbingan belajar (Bimbel) atau mengikuti Try
Out (TO) yang diadakan oleh
Universitas-Universitas favorite anda.
Sebenarnya
hal itu takan berpengaruh beasar pada diri anda karena menurut saya itu hanya
ada factor keberuntungan dalam diri anda jika anda masuk ke Universitas yang
anda dambakan. Karena cara-cara tersebut tidaklah benar, bukan berarti saya
melarang anda untuk mengikuti Bimbel atau TO dan sejenisnya tapi yang menurut
saya benar adalah cukup anda memilki niat, tekad dan berkeyakinan dari awal bahwa
anda mampu. Pasti anda bisa menggapainya, walapun sulit diawal yaa tentu akan
selalu ada jalan untuk anda.
Jika
anda mengalami kegagalan setelah berusaha untuk menggapai impianmu untuk masuk
Universitas Negeri yang didambakan tersebut, maka tersenyumlah dan berusaha
untuk kembali melanjutkannya dengan yang sudah ada didepan mata. Karena semua
itu bukanlah akhir dari segala-galanya didunia ini. Tapi jangan asal memilih
walau sudah ada pilihan didepan mata, anda harus memilah dan memilih untuk
pilihan anda dan ingat ini bukan akhir segala-galanya. Tengoklah dibelakang
anda atau disekitar anda, tentu akan selalu ada orang yang dibelakangmu, yaitu
orngtuamu dan keluarga terdekatmu untuk mendukungmu.
Universitas
Negeri ataupun Universitas Swasta takan ada perbedaan karena keduanya sama-sama
berperan dalam dunia pendidikan. Ayo kawan, jangan bersedih untuk melanjutkan
kuliahmu, dan mimpi besarmu. Walaupun di Universitas Swasta sekalipun! Anda
akan selalu bersinar dan dicari layanknya berlian didasar tanah sekalipun,
terus memilki niat, tekad dan berkeyakinan untuk menggapai cita-citamu, maka
akan selalu ada jalan. Awal mulanya, tidak masuk Universitas Negeri memang
membuat down didalam jiwa kalian, ini hanya pada awalnya tapi kita bisa ambil
hal-hal positif dari kejadian tersebut.
Saya
sekarang kuliah di Akademi Ikatan Kementrian RI di Ibu Kota Jakarta, tepatnya
Jakarta Selatan. Ya, tak terpikir sedikitpun saya untuk kuliah di Akademi, tapi
saya mengambil hal positfnya saja, seperti prodi saya adalah satu-satunya yang
bergerak dibidang ekspor dan impor di Indonesia, tidak ada prodi yang sama
dengan prodi saya. Ini bisa menjadi salah satu hal positif yang bisa diambil
dan menjadikan kejadian ini sebagai kebanggan untuk saya sendiri. Saya tidak
akan terlalu banyak menceritakan tentang bagaimana dapat kuliah ditempat saya
atau hal-hal yang berkaitan dengan perkuliahan tersebut, karena kalian pasti
akan lebih pintar untuk mencari tahu tentang hal-hal seperti itu.
Saya
akan menceritakan tentang awal mula persahabatan saya yang terjalin saat berada
ditempat ini. Kami memilki latar belakang yang berbeda tapi kami sangat bahagia
dengan perbedaan kami, terkadang diantara kami berpikir menyesal kuliah disini,
namun lambat laun kata penyesalan itupun sirna berubah menjadi kata kebanggaan
bisa kuliah disini dan bertemu bersahabat dengan kalian. Tiga tahun adalah
waktu yang sangat lama tetapi disaat kita termenung bersama-sama tiga tahun
bukanlah waktu yang lama melaikan waktu yang sangat singkat. Disaat kita telah
menyadarinya, waktu dengan begitu cepatnya berlalu, dan kita lupa untuk
menyadari bahwa setiap pertemuan pasti akan ada perpisahaan. Maka untuk kalian
para sahabatku, kalian akan selalu terngiang dalam pikiranku. Kalian adalah
Cucok Rumpiku, yang menjadi kebanggan dalam hidupku! Dan inilah beberapa
rangkaian kata yang ada dibenaku dan menjadi pertanyaanku :
Cucok Rumpi’s
Apa yang kalian
pikirkan tentang dua kata tersebut? Cucok dan Rumpi
Bingungkan ?!!!
Akupun seperti itu,
bingung walapun hanya mendiskripsikan dua kata tersebut
Tak pernah terbayangkan
sebelumnya aku bisa berteman, bersahabat layaknya saudara kandung seperti
kalian
Kalian memilki sifat,
sikap, dan gaya kalian yang berbeda bisa dibilang saling melengkapi satu sama
lain
Mungkin karena kita
berbeda asal atau berbeda umur? Tapi bagiku itu semua salah, karena asal
ataupun umur bukanlah halangan dan dasar yang membuat kita bisa seperti ini
Entah mengapa kita bisa
seakrab ini
Jika dipikir lebih
mendalam hal itu takan mungkin terjawab oleh diri kalian masing-masing dan
kalianpun akan bertanya kembali “Kenapa ya kita bisa seperti ini? Alasannya apa???”
Jawabannya adalah
bingung, bingung untuk mengjawab dan bagaimana melontarkan kata-katanya
Tapi menurutku hanya ada
satu kaliamt untuk jawabannya, yaitu kalian nyaman satu sama lain, berani gila
bersama, tak malu untuk menangis dihadapan kalian, saling dan menerima saran
serta kritik yang dilontarkan untuk kalian (berani mengakui kesalahan kalian)
Rasanya kata-kata yang
akan terucap takan cukup untuk menggambarkan betapa bahagianya aku bisa memiliki
sahabat seperti kalian. Kata perpisahaan bukanlah kata yang ingin aku ucapkan
namun Terima Kasih Cucok Rumpiku, kalian telah mengukir sejarah dalam hidupku.
Tetap selalu berpegangan tangan satu sama lain dan jalan beriringan sampai waktu
kelulusan telah tiba dan setelah itu teruslah memberi kabar walapun kita sudah
dipisahkan oleh jauhnya jarak.
